Ayo Bergerak Untuk Lebih Sehat



Waktu menunjukan jam 07.30 pagi, disaat saya berjalan kaki menuju ke rumah setelah jalan pagi santai bersama Kinan dan Grandy di lapangan Gasibu, Bandung.

Saya heran. Hari itu adalah hari Kamis.

Tapi, Kok masih banyak banget orang-orang di Lapangan Gasibu yang lagi berlari dan ada juga ibu-ibu dan bapak-bapak yang lagi senam taichi di Taman Telkom. Padahal menurut saya, waktu sudah cukup siang untuk berolahraga.

Grandy bilang “Beda banget yah, sama di Jakarta. Berhubung disini kemana-mana deket, dan gak menghabiskan waktu banyak di  jalan, ya jadi..masih ada waktu buat olahraga, mandi di rumah, dan kemudian baru masuk kantor.”

 Ya..karena terbiasa dari kecil tinggal di Jakarta, saya kebanyakan melihat aktivitas orang banyak baru berolahraga di akhir pekan. Kalaupun berolahraga di hari biasa, sudah harus beres olahraga dua jam sebelum berangkat ke kantor. Seperti Grandy yang biasanya berangkat bersepeda jam 4 pagi. Kalau siangan olahraga, jalanan keburu macet dan keburu kepanasan.

Beda banget sama aktivitas yang terjadi di Lapangan Gasibu itu, saya kok ngerasa orang-orang ini punya banyak waktu untuk berolahraga dan juga bukan hanya olahraga dikit kemudian banyak jajan seperti yang biasa terjadi di CFD. Tapi, mereka berolahraga seperti bagian dari rutinitas keseharian.

Di RPRTA Borobudur, dengan sepatu lari yang udah lama break gak lari.

Jujur, saya rindu banget buat rajin lari seperti dulu. Kayanya kaki tuh gatel banget kalo gak lari di GBK atau gak ketemu temen-temen komunitas lari. Paling nggak, dalam satu minggu 2 sampai 3 kali harus lari. Selain lari, dulu saya juga aktif ikut zumba, strong by zumba, HIT, main squash, sampe nyoba main longboard. Sekarang, rasanya kok sulit banget yah buat memulai lagi semua aktivitas olahraga yang dulu pernah saya jalanin. Susah dan males banget meluangkan sedikit waktu untuk berolahraga.



Nah, minggu lalu, saya diundang Kementrian Kesehatan RI yang membahas tentang pentingnya olahraga bagi kesehatan. Kementrian Kesehatan RI mau mengajak masyarakat Indonesia untuk rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Kampanye ini dilakukan sejalan dengan Global Action Plan for Physical Activity dari World Health Organization, yaitu peningkatan kebiasaan hidup sehat dengan aktif bergerak dan penekanan angka sedentari sebesar 10% di tahun 2025 hingga 15% di tahun 2030.

dr. Michael Triangto, SpKO lagi contohin gerakan otot perut, yang bisa kita lakuin di balik meja kerja kita

Menurut dr. Michael Triangto, SpKO, yang hadir di acara itu bilang “Meskipun disibukkan dengan rutinitas sehari-hari, sesungguhnya aktivitas fisik dapat dilakukan dengan mudah di rumah, di tempat kerja, maupun di tempat umum. Contoh mudahnya adalah memilih menggunakan tangga dari pada lift, serta mengikuti kegiatan senam di kantor. Meski begitu, aktivitas fisik harus dilakukan dengan prinsip BBTT (Baik, Benar, Terukur, dan Teratur). Baik yaitu aktivitas fisik disesuaikan dengan kondisi fisik dan lingkungan. Benar yaitu aktivitas fisik dilakukan secara bertahap mulai dari pemanasan, latihan inti, dan pendinginan. Terukur yaitu aktivitas fisik dilakukan dengan mengukur intensitas dan waktu latihan. Teratur yaitu aktivitas fisik dilakukan teratur 3 hingga 5 kali dalam seminggu.

Apalagi nih, sadar gak sih? Kalau pergerakan tubuh kita itu jadi terbatas gara-gara kita terlalu nyaman browsing di  depan komputer, trus mager banget di depan tv buat nonton seharian, apa gak lebih memilih buat mesen makanan di online application padahal tempat makannya deket banget dari rumah kita. Akhirnya, tubuh sama sekali gak bergerak dan malah menimbulkan kemungkinan-kemungkinan seperti diabetes, kolestrol dan lain-lainnya.

Abis dengerin media briefing, trus diajakin olahraga sederhana yang bikin ngucur keringet

Sebenernya, apa sih yang membuat kita males buat gerak berolahraga? Kalau buat saya, tantangan terbesar yang harus dihadapi adalah beratnya memulai dari nol. Ngebayangin harus ngelawan ngantuk, beratnya langkah kaki, dan susahnya nafas karena sudah lama gak lari lagi. Tapi, balik lagi seperti yang dikatakan dr. Michael Triangto, SpKO, bahwa sebenernya kita gak harus langsung berolahraga yang berat kok. Cukup melakukan semuanya step by step dan bergerak terus dalam kegiatan kita sehari-hari.

Akhirnya, sayapun memutuskan memulainya dengan hal ter-simple. Dengan rutin mengajak Kinanti jalan keliling komplek sambil dorong stroller sekitar 30 menit dalam satu hari. Kinannya seneng karena bisa cuci mata, sedangkan saya pun bergerak berolahraga.



Kalau kamu mau start olahraga apa? Yuk, sama-sama kita mulai bergerak sambil melakukan rutinitas kita sehari-hari J




Manfaat Mendongeng Bersama Ibu



Sebelum Kinanti lahir, saya dan Grandy masih suka berandai-andai. Apa saja yang akan kami lakukan untuk menghabiskan waktu dengan Kinanti ketika ia sudah lahir. Sebagai orang tua, rasanya gak sabaran untuk mengajak anaknya untuk bermain atau beraktivitas bareng-bareng.

Lalu, datanglah sebuah ide setelah kita berdua menghabiskan waktu di toko buku. Seru kali ya, kalau tiap hari saya dan Grandy bisa membacakan satu cerita untuk Kinanti sedini mungkin. Ide ini muncul ketika melihat satu buku berjudul “Goodnight Stories For Rebel Girls”. Begitu kita baca sinopsis buku ini. Wah...menarik banget!Ilustrasinya juga gak kalah keren!

Buku ini bercerita tentang kumpulan cerita sukses dari perempuan-perempuan di seluruh dunia. Mulai dari cerita berjuang mendapatkan pendidikan, berpetualangan menjadi perompak, mencari keadilan untuk berbicara, menunjukan bakat menari atau film, sampai bercerita tentang perempuan yang menjadi pemimpin dunia. Kisah true story ini, mengangkat 100 kisah tokoh-tokoh dunia. Sebut saja Evita Peron, JK Rowling, Ada Lovelace , dan yang lainnya.

Ketika pertama kali saya dan Grandy menceritakan buku ini, usia Kinanti masih sekitar 3 bulan. Respon Kinanti saaat itu, dia anteng dengan seksama untuk mendengarkan. Akhirnya, kebiasaan bercerita untuk Kinanti menjadi suatu kegiatan yang biasa kita lakukan bergantian. Tidak hanya buku  “Goodnight Stories For Rebel Girls” Tapi saya dan Grandy mulai rajin bercerita tentang kisah-kisah lainnya dari buku yang berbeda. Bahkan , cerita karangan bebas kita berdua. Yang penting bercerita.

Kenapa sih saya dan Grandy memutuskan untuk rajin bercerita atau mendongeng ke Kinanti? 
Awalnya sih pengen memberikan inspirasi Kinanti supaya menjadi perempuan yang punya strong character. Makanya buku pertama yang dipilih “Goodnight Stories For Rebel Girls”. Tapi semakin kesini, saya dan Grandy ingin mengajak Kinanti juga mampu untuk berimajinasi, berkreasi , ataupun belajar mengenal kata-kata lewat cerita-cerita yang kita ucapkan.




Nah misi saya untuk rajin mendongeng ke Kinanti semakin diperkuat , ketika saya mendapat undangan event dari NIVEA tentang meningkatkan kualitas ikatan ibu dan anak melalui dongeng. 

Jadi, dalam rangka menyambut Hari Ibu, NIVEA kembali menjalankan campaign #SentuhanIbu.
Lewat campaign #SentuhanIbu , NIVEA mau mengajak kepada orang tua  untuk meluangkan waktu bersama anak melalui mendongeng. Karena menurut Mr.Holger Welters, President Director PT Beiersdorf Indonesia, melalui  mendongeng dapat menyampaikan nilai-nilai menghargai,  keberanian, memberikan kenyamanan, ketulusan, dam kasih sayang yang sejalan dengan filosofi NIVEA. Mendongeng bisa menjadi rutinitas yang menyenangkan untuk membentuk hubungan ibu dan anak secara fisik (usapan, kecupan, pelukan) dan emosional (rasa ketertarikan anak terhadap ibu)




Gak ketinggalan, pada acara tersebut, Kak Seto Mulyadi yang biasa kita kenal dengan nyanyian Si Komo, juga mendukung campaign #SentuhanIbu dengan cara mendongeng atau membacakan cerita. Karena manfaatnya, melalui mendongeng kita  bisa memperkaya perkembangan bahasa untuk anak  , lalu juga bisa mengembangkan kemampuan berkomunikasi antara ibu dan juga anak, serta nambah kreativitas dan wawasan pada anak. Dengan catatan, baca dongengnya juga jangan setengah hati, atau terburu-buru yaaa ibu-ibu.....hihihi. Karena, menurut Kak Seto, banyak juga loh kekerasan pada anak datang dari Ibu juga, dikarenakan gak sabaran, kerjaan rumah tangga bikin lelah, belum lagi mikirin belanjaan sayur, jadinya yang kena omelan si anak. Berhubung, cuma ada ibu dan anak yang di rumah. Sehingga, waktu quality time bersama anak menjadi gak maksimal dan tergesa-gesa.



Selain itu,  Arum Nurhandayani, Brand Manager NIVEA Creme, PT Beiersdorf Indonesia, juga menyampaikan bahwa campaign #SentuhanIbu dikembangkan lagi tahun ini melalui digital video musical dan drama musikal berjudul “Dongeng Pohon Impian” yang menceritakan makna sentuhan ibu bagi anak dengan berbagai karakter unik dan lagu-lagu ceria.

Finger Puppets Karakter Dongeng Pohon Impian

Nivea Sentuhan Ibu: Dongeng Pohon Impian’ akan diadakan pada tanggal 22 Desember 2018 di Ciputra Artpreneur dengan dua jadwal pertunjukan yaitu jam 14.00 dan 19.00 WIB. Tiket dijual di Lazada harga mulai dari Rp150 ribu – 300 ribu

Yuk, sama-sama kita kasih waktu screen off gadget dulu untuk si kecil dan luangkan waktu kita sebentar dari cuci piring, beberes rumah dan mikiriin tagihan (yang gak abis-abis hihi) untuk mendongeng sambil quality time dengan anak. 

Review NIVEA MicellAIR Skin Breathe XPERT



Sebelum melahirkan, kulit wajah saya bisa dibilang aman dan bersahabat. Sebagai beauty enthusiast, meski kemana-mana saya hanya pakai sunblock, moisturizer, lip balm sama lipstick. Tapi ada saatnya saya bisa aja pergi ke pesta atau jalan dengan full make-up. Saat itu, kulit saya gak macem-macem deh. Mau panas-panasan, mau seharian pakai make-up, pokoknya aman. Tapiiii… yang bikin sedih, setelah lahiran, sungguh wow deh sensitive banget kulit muka saya. Apalagi kalau sehabis pakai full make-up, selesainya pasti muka jadi gatel dan berasa kering banget. Sempet pusing rasanya ngeliat kulit muka yang dulu baik-baik aja, terus sekarang jadi ringkih dan harus telaten banget ngerawatnya.

Nah, minggu lalu, saya diundang ke acara launching  NIVEA MicellAIR Skin Breathe XPERT. Disini, saya baru terbukakan mata dan seperti melihat secercah harapan tentang kulitku yang akhir-akhir ini bertingkah. (beneran….aseli haha..) Jadi, NIVEA sebagai makeup care expert, meluncurkan pembersih muka dengan inovasi terbaru yang direkomendasikan oleh Make-up Experts.



Bubah Alfian, sebagai Make-Up Expert NIVEA, sempet bilang kalau mempunyai kulit bersih dan sehat sebelum make-up adalah investasi yang penting banget.  Ibaratnya, kulit wajah yang terawat adalah kanvas impian semua orang karena bisa lebih mudah untuk mengaplikasikan make-up. Bubah juga bilang, bila sisa-sisa make-up masih tertinggal ketika membersihkan wajah, itu bisa juga jadi penyebab kulit kita gampang breakout. Gak hanya perkara make-up, tapi polusi udara juga jadi biang penyebab kulit wajah kita rusak, jika gak secara tuntas dibersihkan.

Bubah Alfian, Kelly Tandiono, Sharita Lefana

Emang sih, kalau habis make-up apalagi sejak jadi seorang ibu, rasanya saya gak bisa lama-lama. Pokoknya secepat mungkin bersihin make-up karena masih banyak yang harus dikerjain. Namanya juga ibu-ibu ya kaann....agendanya segudang. Hahaha.. Nah, karena gak bersih secara total, akhirnya kulit wajah saya tampaknya memberontak.



Ketika di launching event, saya juga dapat kesempatan untuk maju ke panggung buat coba mengaplikasikan NIVEA MicellAIR Skin Breathe XPERT. Happy! Karena langsung di guide sama Bubah Alfian buat coba-coba make-up dan dikasih tips langsung cara membersihkan kulit wajah yang baik.



Tidak memerlukan kapas yang banyak untuk menghapus heavy make-up bila menggunakan NIVEA MicellAIR Skin Breathe XPERT. Cara mengaplikasikannya cukup tuangkan secukupnya di kapas. Kemudian tekan kapas terlebih dahulu di kulit wajah, baru geser menyapu ke atas.


Oh, ya! Satu lagi. Untuk membersihkan eyeshadow, NIVEA MicellAIR Skin Breathe XPERT gak bikin mata jadi pedes. Jadi, memang cocok banget buat pecinta make-up yang suka pakai bold make-up.




Setelah coba NIVEA MicellAIR Skin Breathe XPERT semingguan ini, emang cepet banget ngangkat kotoran yang ada di wajah saya. Sehabis beraktivitas, sebelum tidur saya coba  mengaplikasikannya dan so far gak bikin kulit saya kering atau gatal.  Jadi, NIVEA MicellAIR Skin Breathe XPERT ini punya formula yang bekerja sangat lembut dan efektif bersihin make-up yang tahan air dan gak ninggalin residu. Pas saya coba, memang ada sensasi adem karena kulit wajah saya jadi bisa bernafas setelah seharian pakai make-up. Makanya diberi nama Skin Breathe.




Ada 3 kandungan dalam NIVEA MicellAIR Skin Breathe XPERT. Ekstrak Black Tea sebagai antioksidan, Ekstrak Blackcurrant, untuk memperbaiki, menutrisi dan mengembalikan kulit alami, dan ekstrak Blackberry yang bisa menghidrasi dan melebabkan kulit. Kabar bahagia lainnya, Zero Alcohol juga!!


Selain launching NIVEA MicellAIR Skin Breathe XPERT, NIVEA berkolaborasi dengan Make Up Expert Bubah Alfian untuk mengadakan “Bubah XPERT Make Up Class” yang dimulai dari 26 November-19 Desember. Nantinya, dari Bubah akan keliling 7 kota di Indonesia dan mencari para Make-up Artist untuk menjadi Bubah #XPERTAPPROVED Squad.

NIVEA MicellAIR Skin Breathe XPERT sudah tersedia di gerai-gerai kosmetik dan kesehatan, supermarket dan juga e-commerce dengan harga yang disarankan Rp. 35.000.

Selamat bergonta-ganti make-up tanpa perlu takut kulit kering dengan Nivea MicellAIR Skin Breathe XPERT 😊


Makan Mie Di Umur Yang Baru





Hari ini usia bertambah.

Seorang teman mengirimkan pesan “Hari ini makannya mie dong cha...biar panjang umur!”. Saya lalu menjawab “Wah..barusan makan gado-gado!”. Artinya apa ya kalau ulang tahun makan gado-gado? Biar rame dan bervariasi kali ya idupnya.haha

Tadinya, saya gak ada niatan untuk membuat tulisan di hari ulang tahun ini. Kemudian ditengah mencuci piring sambil merebus mie goreng instan (akhirnya makan mie juga..biar panjang umur, katanya.) Lalu muncullah beberapa buah pikiran dan sedikit flashback tentang apa saja yang udah dilewatin selama 34 tahun ini.



Kalau dipikir-pikir, saya sudah melewati berbagai macam perayaan ulang tahun sepanjang saya hidup. Mulai dirayain sama tetangga komplek sewaktu kecil, kemudian nraktir temen di restoran fast food sewaktu smp, lalu bawa makanan ke sekolah dan makan di kelas rame-rame yang kelarnya diceburin di kolam ikan.

Gak ketinggalan, perayaan ulang tahun di surprise in pun juga beberapa kali terjadi. Tetiba disamperin star crush dan diucapin langsung, gak tanggung-tanggung pake live di radio segala. Iya. Di datengin Dirly Idol disaat saya lagi sibuk ngurusin program radio Indolisten-Global Radio. Hahaha. (norak ya!)

Ada juga suprise yang sungguh wow yang dibuat sama Gracebaon sebagai EO nya. Dulu sewaktu jadi muda mudi pergaulan Jakarta (cieh) saya suka banget tu bikin bday wish list trus disebarin di facebook dan ngetag temen-temen. Nah..Kerennya surprise ini, Gracebaon berhasil banget ngumpulin semua temen-temen deket saya dan surprise in di tempat yang saya suka.

Lalu ada juga suprise birthday yang agak gagal namun tetap manis, jatuh pada pacar saya yang sekarang menjadi suami saya. Gak sengaja Tien salah ngomong di grup haha..Kemudian saya pura-pura gak tau, dan sengaja gak buka grup chat. Padahal kebaca dari notif. Tapi, gemesnya...niat juga nih Grandy dateng ke Jakarta di hari kerja untuk surpise in saya.

Trs..bagaimana dengan tahun ini?

Tahun ini santai aja ..just like an ordinary day. Gak kepikiran mau ini itu, mau makan apa, mau jalan kemana. Lebih pengen lay low. Ya kaya hari biasa aja. Menghabiskan my day barengan Kinanti, Grandy dan Mam.  Pergi ke supermarket, ngerjain playlist di rumah, mendongeng buat Kinanti dan end up nya menyantap mie goreng instan dengan bakwan jagung.

Tahun ini menjadi special karena ada Kinanti dan merayakan status saya menjadi  seorang Ibu.

Sudah 6 bulan menjadi ibu memang kehidupan saya berbeda sekali disaat menjadi seorang wanita dengan karir. Meskipun rindu banget buat kerja lagi (apa daya belum diterima-terima ahahaha) .Tapi saya tetap bersyukur, selain menjadi ibu rumah tangga tapi saya masih diberikan pekerjaan freelance. Nyusun playlist, menulis blog, dan tetep ikutan pitching VO (meski blum dapet-dapet hahaha)

Well. Tidak selamanya ulang tahun harus dirayakan dan harus dibuat surprisenya kan?hihi

Terkadang yang perayaan yang tenang juga bisa jadi moment untuk flashback, refleksi diri dan menikmati hari sambil menyapa teman-teman lama yang kontek untuk ngucapin selamat ulang tahun.(sambil menyantap mie yah..hihi)

Diumur yang baru, punya wish list apa cha?

Jawabannya “Wish list nya sudah saya sampaikan ke Tuhan Yesus hihi”


Kenali Gejala Dini Kanker Pada Anak






Menjadi ibu baru, terkadang membuat saya suka berpikir. Susah juga ya! (Ini diungkapkannya sambil tertawa renyah ya...bukan pake emosi marah hahaha). Kenapa saya bilang susah? Karena banyak yang harus saya pelajari dari nol, bahkan kalo dibuat jadi text book, rasanya akan menjadi halaman yang banyak sekali. Lebih tebel dari kamus pastinya.

Saya  jadi teringat, bulan-bulan awal saya menjaga Kinanti. Rasanya kalau denger dia nangis aja langsung bikin deg-degan. Takut terjadi sesuatu yang buruk . Pernah, ketika saya dan Grandy ke Bandung . Ada kali seminggu 3 kali, kami pergi ke rumah sakit , karena bingung Kinanti nangis terus dan kita merasa ia seperti kesakitan. Ternyata...ya kalo kata dokter “Bu..jarak nyusunya kedeketan, jadi begah dia”, “Bu..ini batuknya gak parah loh...ya udah di angetin aja yaa anaknya”, “Bu...mungkin karena kepanasan jadi dia nangis terus...gak kenapa-napa kok ni...sehat anaknya”. Kalau flashback lagi ke bulan-bulan awal itu, ya...saya was-was- an banget yah sebagai ibu. Hihi..  Yah mana tega saya ngeliat anak sakit.

Nah, minggu lalu, saya mendapatkan asupan ilmu dan pengetahuan lagi yang bisa saya masukan ke dalam “text book” saya sebagai orang tua.  Jadi, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia membuat seminar tentang “Kenali Gejala Dini Kanker Pada Anak”.  Jujur, saya sebelum ikut seminar ini, gak pernah kepikiran tentang kanker pada anak. Dan ternyata,  penyakit kanker jadi penyebab kematian kedua terbesar pada anak di rentang usia 5-14 tahun. Jadi, penting banget buat saya, sebagai ibu baru untuk tau soal ini. Yah..lagi-lagi untuk menambah wawasan supaya anak saya tetap terjaga dan sehat.



Menurut Dr. Mururul Aisyi Sp.A(K),dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Dharmais, ada 6 jenis kanker yang sering menyerang anak-anak. Kanker tersebut adalah leukimia, retinoblastoma, osteosarkoma, neuroblastoma, limfoma maligna, dan karsinoma nasofaring. Dari ke-enam jenis kanker itu, Leukimia merupakan kanker tertinggi yang menyerang pada anak.



Memang dari penjelasan dokter untuk mengenali gejala kanker pada anak bakalan jadi PR lebih sulit buat diketahui, karena anak masih sulit buat ngejelasin apa yang mereka rasain. Tapi balik lagi, peran penting disini adalah orang tua, sebagai pembimbing dan untuk menggali apa yang anak rasakan sebagai deteksi dini gejala kanker.

Dari info yang saya dapatkan kemarin, kita bisa tau gejala kanker pada anak seperti ini :

1. Leukimia, gejalanya bisa dilihat bila anak pucat, lemah, rewel, napsu makan menurun, demam tanpa sebab yang jelas, pembesaran hati, limpa dan kelenjar getah bening. Bahkan bisa  terjadi kejang sampai hilang kesadaran, pendarahan kulit atau pendarahan spontan, nyeri tulang dan anak lebih nyaman untuk digedong dibandingkan berdiri atau berjalan.

2. Retinablastoma, tumor ganas primer pada mata yang biasanya ditemui pada anak dibawah 5 tahun. Gejalanya, manik mata berwarna putih, mata berwarna seperti mata kucing, juling, kemerahan dan pembesaran bola mata sampai pengelihatan buram.

3. Osteosarkoma atau kanker tulang. Bisa ditandai dengan gejala nyeri tulang di malam hari atau setelah beraktivitas. Lalu pembengkakan, kemerahan, dan hangat di area nyeri tulang. Gerakan tulangpun terbatas, jadi cepat lelah dan juga penurunan berat badan.

4. Limfoma Maligna, keganasan primer jaringan getah bening yang sifatnya padat. Gejalanya pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, pangkal paha , sesak napas, tersumbatnya saluran pencernaan, demam, keringat tengah malam sampai penurunan berat badan.

5. Karsinoma Nasofaring, tumor ganas pada daerah antara hidung dan tenggorokan. Gejala dini yang bisa diwaspadai adalah ingus bercampur darah, pilek, dan air ludah kental, hidung tersumbat, mimisan, tuli sebelah, telinga berdengung dan nyeri pada telinga.

6. Neuroblastoma, tumor embrional dari sistem saraf simpatis yang berasal dari cikal bakal jaringan saraf. Gejala awalnya pendarahan di sekitar mata dan mata menonjol, nyeri tulang, perut terasa penuh dan diare.

Dari seminar ini, Dr. Mururul juga bilang kalau sudah melihat gejala-gejala awal kanker pada anak, ada baiknya langsung diperiksakan ke rumah sakit. Jangan mencari jalan alternatif dulu. Apalagi langsung coba-coba tips yang biasa beredar di broadcast message grup chat.



Melalui seminar dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia ini, saya juga jadi belajar kalau jadi ibu harus menjadi sumber kekuatan utama demi anak. Seperti cerita dari Natarini Setianingsih, sebagai penyitas kanker Leukimia. Kisahnya inspiratif banget. Ia terdeteksi terkena kanker disaat baru duduk di bangku SMP. Gejala awalnya karena sering pusing dan lemas. Ibunya gak cuma sekali membawa ia ke dokter. Mulai dari dikira demam biasa, sampai dikira malaria, dan terakhir baru terdeteksi kanker. Natarini cerita, kalau sumber semangatnya untuk sembuh datang dari ibunya. Setiap mau kemo, mereka berdua naik bis dari Pandeglang jam 5 pagi untuk berobat di RSCM. Sampai akhirnya setelah 3 tahun rutin berobat, semangat dan usahanya untuk sembuh membuahkan hasil kalau pengobatannya bisa diberhentikan dan setelah 5 tahun kemudian dinyatakan telah sembuh.



Menjadi ibu, memang seru-seru mendebarkan yah..hehe

Untuk saya yang dulunya career person, begitu sekarang jadi stay-at-home-mom ternyata memang jauh beda banget kegiatannya. Ibaratnya dulu kerja cuma 8 jam, kalau sekarang siaga banget the whole day. Kalau kata Dr. Mururul  “Children are not little adult”, jadi kita sebagai orang tua yang harus paham perilaku anak kita.

Barengan sama ibu-ibu blogger hihi

Tetap semangat ya..buat ibu yang mungkin pas lagi baca blog saya ini lagi begadang untuk perah ASI, seharian belum mandi , atau bahkan baru menyeruput kopi yang tadi pagi dibuat tapi baru diminum sore hari karena sibuk seharian.

Yuk, sama-sama sekarang lebih awas lagi untuk jeli melihat gejala dini pada anak, supaya bisa secara cepat ditangani. Jangan sampai datang terlambat saat sudah masuk stadium lanjut.


Jangan lupa juga buat jaga kesehatan kita juga ya ibu J