Showing posts with label jakarta. Show all posts

Serunya teamLab Future Park Jakarta



Akhir pekan adalah waktu yang paling saya tunggu-tunggu sebagai working mom. Sudah pasti karena ingin menghabiskan waktu dengan keluarga kecil saya. Makanya, setiap mau menuju weekend, saya selalu browsing mencari-cari tempat yang pas untuk bermain bersama Kinan dan Grandy. Tempatnya gak harus pergi jauh-jauh dari Jakarta, yang paling penting aktivitasnya gak itu-itu terus. Karena terkadang bosen juga kalau harus playground hoping terus-terusan. Biasanya, saya suka menyelingi pergi ke kebun binatang, pantai , aquarium, baru rencana terakhirnya kalau udah gak punya ide pasti mentoknya main di playground.

Beberapa waktu lalu, saya senang sekali karena bisa menambahkan satu agenda dan rencana menghabiskan akhir pekan bersama Kinan dan suami saya ke tempat yang baru. Sebenarnya sudah lama saya ingin merasakan serunya bermain di interactive art exhibition yng satu ini. Cuma kendalanya karena, art exhibition ini selalu diadain di luar negeri. Tapi, sekarang berkat SGE Live, teamLab akhirnya dateng ke Jakarta!



Beberapa kali saya memang sudah pernah melihat karya teamLab via instagram temen-temen saya yang kebetulan ada di Tokyo, Singapore, atau negara lainnya. Rasanya pengen banget dateng langsung. Cuma waktu dan biaya memang yang memang jadi masalah buat saya dan keluarga. Namun, gak perlu lama menunggu, akhirnya saya bisa merasakan langsung dan menikmati karya dari teamLab di Gandaria City, Jakarta.

TeamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives menjadi pameran seni interaktif terbesar di jakarta dengan menggunakan teknologi digital. Serunya, saya sebagai pengunjung bisa ikut berinteraksi langsung dengan karya-karya disana. Bahkan berkolaborasi dan akhirnya bisa menikmati karya saya juga di dalam pameran ini.

Menurut CEO SGE Live, Mervi Sumali ada ima instalasi yang di bawa kali ini ke Jakarta. Mulai dari Animals of Flowers, Symbiotic Lives, Graffiti Nature: Lost, Immersed and Reborn, Sliding through the Fruit Field, Sketch Aquarium dan Light Ball Orchestra. Semua instalasi interaktif ini ada di Gandaria City lantai 2 pada area seluas 2.000 meter persegi. Udah kebayang gak serunya explore di pameran ini?





Belum lagi, kata Akitae Matsumoto, CEO teamLab Kids juga bilang, instalasi seni ini bisa berevolusi tanpa batas dan bergerak bebas, bisa juga untuk berinteraksi dengan pengunjung dan lingkungan sekitar. Sama seperti yang dikatakan CMO Narada Asset Management, N.Anie Puspitasari “SGE Live selalu menghadirkan kegiatan edukatif dan seni untuk keluarga, oleh karena itu selama masa pameran berlangsung, nantinya Narada Asset Management pun akan membuka kelas edukasi dalam berinvestasi”



Saya sendiri ketika mencoba semua instalasi yang dibuat oleh teamLab, seperti kembali menjadi anak kecil yang menikmati semua platform yang disediakan. Mulai dari mewarnai, berinteraksi dengan digital art work pada dinding, sampai seru sendiri menggelindingkan bola-bola di ruang Light Ball Orchestra. Semua ruangan yang dibuat oleh teamLab memang punya keseruan tersendiri. Saya yakin baik Kinan dan Grandy akan menikmati semua instalasi art ini.





teamLab Future Park and Animals of Flowers Symbiotic Lives bisa dinikmati dari tanggal 20 Juni – 20 Desember 2019. Pameran ini bisa dibuka dari jam 10 pagi sampai 10 malam dan dibagi menjadi 8 sesi. Tiap sesinya nanti akan dibatasi maksimum pengunjung. Kenapa? Supaya kita masih bisa menikmati tiap karya tanpa perlu berdesak-desakan dan berebutan. Kalau harga tiket sendiri Rp.150.000,- untuk weekdays, sedangkan untuk weekend berharga Rp.175.000. Dan buat pemegang kartu BCA, ada promo sampai tanggal 19 Juli 2019.

Info lengkapnya bisa langsung aja cek ke Instagram @futureparkjakarta .





Nah, untuk working mom yang masih mencari agenda menghabiskan waktu bersama keluarga, kayanya udah paling pas kesini deh. Mencari experience yang berbeda dari hari-hari biasanya.

Selamat bersenang-senang.                                                                                    



Beautyfest Asia 2017




“Akhirnya, Indonesia punya acara beauty con!” Ucapan itu yang langsung keluar begitu ngeliat e-flyer event Beautyfestasia.

Ya, meski saya bukanlah orang yang make up-an tiap hari, tapi Beautyfestasia, semakin menarik untuk  saya datengin karena ada 2 beauty vlogger yang selama ini saya selalu tonton videonya di Youtube. Ada Stephanie Villa dan juga Jenn Im. Ketika tau mereka bakalan dateng ke Jakarta, itu perasaannya kaya mau nonton konser band kesukaan. Excited banget. Berulang-ulang bilang ke Grandy, ini rasanya deg-degan karena mau ketemu idola yang selama ini selalu ditonton kehidupannya di Youtube. IYA!! Berasa norak banget! Hahaha

Kebetulan di event Beautyfest Asia, radio saya jadi media partner, jadi…keuntungannya saya dapet undangan dan dapet  kelas Beauty Package. Dengan undangan ini saya bisa ikutan meet and greet, beauty class, beauty gala, goodie bag dan lainnya. Kalo saya sih..yang paling penting bisa ketemu Stephanie Villa, Jenn Im dan Pearypie. Haha!

Event ini dibuat di Ciputra Entrepreneur di Lotte Avenue Shopping Mall dari tanggal 18-19 Maret 2017. Di hari pertama saya dateng jam 11 siang, ngantri cukup lumayan panjang buat tuker invitation dan ambil goodie bag. 





Abis itu, begitu masuk langsung straight to meet and greet area buat ketemu Jenn dan Steph. But guess what? Gak ada antrian yang jelas untuk misahin kelas. Even, kelas social, yang seharusnya gak dapet privilege buat meet and greet global influencer, ikutan ngantri.

Begitu Jenn dan Steph dateng semakin chaos karena media masuk dalam antrian untuk interview mereka dalam section meet and greet. Hmm…based on experience interview artist selama ini, seharusnya media punya space dan waktu sendiri buat round table interview dengan artist. Jadi, gak wasting waktu meet and greet. Kemudian gak lama ada aba-aba dari salah satu panitia bilang “Meet and Greet ini hanya untuk kelas VIP”, WOW..jadi kelas Beauty Package gak dapet nih? Untung saya dapetnya gratisan. Bayangin aja kalau yang udah beli, dengan harga 1jutaan, semestinya dapet privilege meet and greet tapi tiba-tiba gak boleh.



Setelah ngerasa gerah ngantri, saya dan Indi, penyiar saya, akhirnya perlahan mundur dan langsung bergegas ke sisi samping meet and greet area buat ambil foto Jenn dan Steph.

Setelah meet and greet, langsung berlanjut ke talkshow bareng Jenn dan Stephanie Villa. Beruntungnya saya dapat kursi paling depan dan ditengah. Ketika talkshow dimulai, lagi-lagi saya kembali kecewa. MC nya gak bisa ngomong bahasa inggris!! Ini yang bikin kesel banget. MC nya hanya melempar pertanyaan dari cue card dan pertanyaan di cue card pun basic banget bahkan ada pertanyaan yang seharusnya gak perlu ditanyain karena salah. Too bad, gak ada open questions juga. Believe it or not, saking gregetan sama MC nya, saya sampe buat list pertanyaan untuk memperbaiki situasi panggung. Hahaha, maklum anak media si ya, jadi gregetan!




Kejadian terulang ketika Beauty Class with Jenn Im , MC yang sama lagi-lagi gak ngerti harus ngapain. Seharusnya, MC bisa menjadi moderator, menjembatani Jenn dan audience untuk berinteraksi. Tapi, MC memilih buat meninggalkan panggung, dan membuat Jenn bingung karena gak ada teman untuk ngomong.



Berbeda sekali ketika Pearypie talkshow bersama salah satu regional influencer, Amelia Bunjamin as MC. Interaksi berjalan lancar, Bahkan Pearypie pun banyak bercerita. Saya, sebagai audience pun sangat menikmati conversation mereka. Amelia Bunjamin tidak hanya terpatok oleh cue card, tapi juga memberikan pertanyaan-pertanyaan menarik. Namun, sayangnya ketika beauty class bersama Pearypie, kembali di guide oleh MC yang gak bisa bahasa Inggris itu. Tapi kali ini, dia gak meninggalkan panggung setelah Pearypie memaksanya untuk stay menemani dia di panggung. LOL




Pada hari kedua, saya hanya focus datang untuk ikut beauty class bersama Stephanie Villa atau Soothing Sista. Lucky me, karena datang terlalu cepat, ditawarin untuk ikut duduk di atas stage mengikuti kelasnya langsung. AND GUESS WHAT?? Bener-bener duduk dan saling sapa sama Stephanie. Bahkan di akhir kelas, dapet kesempatan buat foto bareng. Whoa!






Well, pengalaman pertama dateng ke beauty con kaya gini emang cukup seru buat saya. Karena biasanya, I’m cheering for music, musician in a concert, tapi kali ini cheering buat beauty vlogger kesukaan saya disebuah talkshow. Hahaha.  Feels weird but yet so fun!





Selama ikut talkshow Beautyfest Asia baik Jenn, Steph, dan Pearypie bilang untuk terus explore dan konsisten untuk melakukan hal yang kita suka. Aaa! Semoga bisa terus semangat berkarya kaya mereka!

 Mudah-mudahan tahun depan Beautyfest Asia tempatnya lebih besar, lebih banyak tenant brand, dan MCnya fluent bisa bahasa inggris.



Remember “Always double cleanse!” – Jenn Im

Day 17 - Review Makan di Gang Gloria (Gagal)



Weekend saya kemarin memang bisa dibilang produktif. Mulai dari jalan-jalan ke museum sampai mencoba makanan di tempat baru. Sebelum pergi, biasanya memang saya yang bagian research nya, baru nanti tinggal diskusi sama Grandy. Dia mau apa engga. Meskipun kebanyakan dia hayuk aja sama rekomendasi saya.

Setelah cari info sana sini, berhubung museum dekat dengan glodok. Saya memilih untuk cari makanan yang tinggal jalan kaki. Pilihan jatuh untuk coba makanan di Gang Gloria. Apalagi setelah liat review nya, banyak orang bilang kalau makanan di tempat ini enak-enak.

Pada saat itu, waktu menujukan jam 11 siang. Sebentar lagi waktunya jam makan siang, jadi kita udah ngarep banget bakalan makan enak. Sesampainya di Gang Gloria, saya dan Grandy langsung di serbu sama pegawai kios-kios makanan di situ dengan suara yang menurut saya keras.
“Ci...makan ci...di coba...lengkap semua disini. Mau bihun, mie, nasi campur, ada ci...diliat aja menu nya”  .Sambil mereka nyodor-nyodorin menunya.

Siang itu memang panas dan lembab di kota Jakarta. Jadi, dengan segala macam teriakan serta gang yang sempit, membuat saya bingung harus pilih makan dimana. Saya pun aga susah untuk liat-liat memantau kios mana yang harus saya datengin. Akhirnya, saya jatuhkan pilihan pada kios yang paling depan di Gang Gloria. Dengan alasan, karena tempat ini yang paling banyak udaranya (berhubung letaknya paling depan)

Saya pesan mie chasio, Grandy pesan bihun goreng. Sambil menunggu, kita pesan bakso goreng. Turns out, bakso gorengnya alot. Gak hangat. Tapi berhubung lapar, kita masih buat excuse buat bakso goreng ini.

Gak lama makanan saya datang. Begitu saya makan sekitar 3-4 suap, saya ngerasa mie nya sangat biasa saja. Somehow, sehabis saya gigit dan telan mie nya ada after taste yang menurut saya janggal atau berasa apek rasanya. Entah dari Mie, entah dari dagingnya. Seperti kurang fresh. Akhirnya saya nyerah dan ga ngabisin makanan itu.

Sama juga dengan Grandy, dengan muka keselnya dia pun ngerasa bihun yang dia makan juga gak enak. Seafoodnya berasa gak fresh. Dia juga merasa ke ganggu dengan pegawai kios yang terus-terusan berteriak sana sini untuk menarik pelanggan.

Ekspektasi tinggi sama tempat makan ini akhirnya bikin mood drop. Ketika saya tengok ke kios lainnya, baru saya lihat ternyata kios makanan yang di rekomendasikan orang-orang ada di  3 baris di belakang tempat saya makan. Ah..menyesal gak liat lebih teliti.

Entah memang kios makan kami memang makanannya ga terlalu enak di banding lainnya, atau memang hari itu kita lagi apes aja kokinya lagi ga oke masaknya. Apalagi, dengan 1 mangkok mie ayam dan bihun goreng serta bakso goreng, dihargai 99 ribu Rupiah. Mayannnn kan buat makanan pinggiran.


Kapok dateng ke Gang Gloria? Kalau saya sih engga, masih penasaran dengan review orang lain dan makanan lainnya. Tapi kalau Grandy? Sudah fix gak mau dateng lagi. Hahaha


Day 16 - Metro Mini Hilang Kemana?




Bisa dibilang saya warga yang baik untuk negara ini. Ketika pemerintah dan petinggi meminta masyarakat untuk naik kendaraan umum daripada mobil pribadi , saya nurut. Ketika ada himbauan untuk mengurangi macet dengan naik kendaraan umum, saya nurut. You name it! Dari commuter line, bajaj, ojek, ojek online, taksi online, taksi biasa, metro mini, kopaja, patas ac, patas gak ber-Ac, becak, bemo, angkot, Trans Jakarta, semuanya udah pernah saya cobain. Bahkan saya pakai buat mobile kemana-mana setiap harinya.

Sampai pagi ini, saya merasa kesel bangettt! Sebagai pengguna transportasi umum merasa cape dikecewain mulu sama sistem transportasi umum di Jakarta. Pagi ini, saya berangkat naik ojek menuju stasiun. Sesampainya di stasiun ada KRL ekonomi yang akan berangkat meninggalkan stasiun. Biasanya, sehabis KRL akan lewat commuter line. Tapi kenyataannya, entah jadwal model apa yang di pakai hari itu, selama  1 jam saya menunggu commuter line lewat tapi yang di tunggu gak dateng-dateng sesuai jadwalnya. Malah, KRL terus-terusan datang sampai 3 kali.

Ga berhenti disitu saja, sesampainya di stasiun Dukuh Atas. Saya bergegas menuju halte bis untuk naik Metro Mini jurusan Tanah Abang- Pasar Minggu. Setelah 15 menit gak lewat-lewat di depan halte , saya mulai deg-degan. Takut telat masuk kantor.

Dan sesampainya Metro Mini sekitar 20-30 menit kemudian, semua penumpang  yang menunggu di pinggir jalan langsung berhamburan dan berlari mengejar Metro Mini itu untuk berebut masuk. Sampai akhirnya, disaat saya berhasil masuk ke dalam ternyata saya sadar, kondisi di dalam Metro padettttt banget. Udah kaya naik commuter line aja.

Gak lama si kenek teriak,

“Tutup pintu woi...tutup....nanti ni Mobil di kurung lagi kalo ketauan jalan “

Hmmm, jadi..semakin banyak Metro Mini yang di kandangkan sesuai ketentuan pemerintah yang melarang Metro Mini buat beroprasi gara-gara gak layak untuk jalan.

Trus, saya jadi wondering..kalau memang banyak Metro Mini yang di kandangkan...lalu gantinya mana? Seperti yang saya baca di artikel kalau sudah ada pengganti berupa Kopaja sebanyak 350 armada. Tapi jurusan apa? Kenapa di pagi hari tadi disaat lagi sibuk orang berangkat kerja..gak satu pun muncul.

Lama-lama kok sering banget, suatu peraturan baru di sah kan, tapi fasilitas pendukung peraturan baru itu belum disiapkan. Yang susah siapa? Penggunanya kan?

Mengutip pembicaraan bapak-bapak di belakang saya ketika saya lagi gelantungan di dalam Metro Mini, mereka bilang seperti ini,


“Tadi naik commuter line padet banget, sekarang pindah transportasi, sama lagi kaya begini..padet lagi, kok capek banget ya naik transportasi umum di Jakarta. Gak pernah nyaman.....”





Day 15 - Jalan- Jalan ke Museum Bank Indonesia



Masih lanjut dari edisi kemaren weekend. Jalan-jalan ke museum.

Destinasi setelah Museum Bank Mandiri, saya dan teman-teman serta Grandy, bergerak menuju ke museum yang letaknya bersebelahan, yaitu Museum Bank Indonesia. Ini pertama kalinya  juga saya  menjejakan kaki ke museum ini.

Sebelum masuk ke dalam museum, saya dan grandy sempet nyeletuk “mudah-mudahan di dalem dingin, ada AC nya”. Secara hari itu Jakarta lagi panas dan lembab banget. Tapi dalam hati saya, ga mungkin museum ini ada AC nya, mengingat Museum Mandiri yang letaknya sebelahan pun hanya pakai AC alam.

Ternyata, begitu masuk...saya langsung di buat terpesona dengan bangunan di dalam Museum Bank Indonesia. Tertata rapih, bersih dan pakai AC!! Ketika di loket, kami diingatkan untuk menitipkan tas dan hanya diperbolehkan masuk hanya dengan kamera dan barang berharga.

Setelah masuk kita langsung ke mini teather buat nonton asal muasal dari uang. Baru dari situ kita keliling museum. Museum Bank Indonesia emang bener-bener beda dan modern. Semuanya tertata rapih, lengkap, dengan sentuhan-sentuhan interior dan design jaman sekarang. Wah pokoknya museum ini cakeppppp!!

Dan ternyata, halaman dari Museum Bank Indonesia ini juga bisa dijadiin tempat resepsi pernikahan loh! Tapi kalau saya sih ga berani nanya harganya berapa yaa ahaha

Beberapa tips untuk yang mau pergi ke museum :

1. Saat weekend, museum buka jam 08.30, kalau gak mau ramai coba datang di jam buka museum. Jadi bisa leluasa explore tanpa harus berebut-rebutan spot dengan orang lain atau dedek-dedek yang pengen foto-foto.
2. Bawa tas yang simple, karena beberapa museum tidak mengizinkan kita untuk membawa masuk tas kita ke dalam museum. Jadi harus di titipin.
3. Bawa sunnies or topi , supaya ketika jalan dari museum satu dan museum lainnya gak kepanasan.
4. Jangan datang ke museum di hari Senin, karena semua museum tutup di hari Senin.

Sekian cerita saya tentang  jalan-jalan ke Museum Bank Indonesia.


See you at another trip ..


















Day 14 - Jalan-Jalan Ke Museum Bank Mandiri


Kapan terakhir kali pergi ke museum?

Kemarin Sabtu, saya untuk pertama kalinya pergi ke Museum Bank Mandiri barengan sama Grandy dan juga pendengar Hitz Fm. Tujuan hari itu adalah keliling ke beberapa museum yang berada di sekitar Kota Tua. Termasuk diantaranya Museum Bank Mandiri dan Museum Bank Indonesia.

Saya dan teman-teman tiba di Museum Bank Mandiri sekitar jam 9 pagi. Bisa dibilang kita adalah pengunjung pertama di museum itu. Begitu sampai, memang museum  ini hanya mengandalkan kipas angin buat sirkulasi udaranya. Meski cukup berkeringat, tapi i do adore tiap sudut dari bangunan ini. Termasuk, ornament emas pada dinding sampai langit-langit yang di tempelkan secara manual untuk memperindah bangunan museum ini.

Selain aga panas dan lembab, sayangnya beberapa manekin di museum ini kurang terawat. Banyak yang bajunya mulai kusam dan ada aja corat-coret dari pengunjung alay yang merusak keindahan bangunan ini.

Ruangan di Museum Bank Mandiri banyak banget. Saya ga kebayang sih kalau harus pergi sendirian kesini haha..takut nyasar (cupu ihihi). Untung hari itu saya dan teman-teman di temenin sama mas Wege sebagai pemandu wisata. Ternyata, emang lebih seru kalo di temenin sama pemandu wisata. Jadi lebih tau, di banding Cuma keliling-keliling tapi gak tau  cerita detailnya.

Isi dari Museum Bank Mandiri ada beberapa yang menarik untuk saya. Mulai dari ruangan-ruangan deposit, mata uang yang berlaku di Indonesia, mesin ATM jadul, buku besar yang mencatat tabungan, sampai mesin tik edisi kuno.

Setelah dari Museum Bank Mandiri, saya akan melanjutkan cerita jalan-jalan ke Museum Bank Indonesia di blog berikutnya yah..



Whattaaaa fun Saturday, daripada hanya keliling di mall hehehe



yang kiri manekin kok hehehe








photo by @grandyalv

photo by @grandyalv

Day 12 - Dear Jakarta



Pagi itu saya masih asik menyusun playlist di kantor. Sesekali melihat handphone untuk cek pesan yang masuk, termasuk pesan yang kemudian masuk di group lari saya. Teman saya menulis “guys ada suicide bomb ya di starbucks sarinah?”. Saat itu, saya masih ga percaya...tapi langsung oper pesan itu ke teman-teman kantor. Dalam hitungan detik, teman-teman yang berbeda ruangan langsung menghambur dari ruangan dan langsung menyerbu ke ruang TV.

Rasanya memang hampir ga percaya, Jakarta kembali di teror.  Memang beberapa bulan lalu saya sempat membaca kalo ada kelompok-kelompok teroris yang di tangkap. Jadi sempet kepikiran, apa ini salah satu aksi mereka?

Ketika mulai menyaksikan beberapa tayangan di tv,emang berasa lemes sambil bertanya-tanya ini ada apaan sih? Bolak balik saya kontek dengan papa dan mama saya untuk memastikan mereka berada di tempat yang aman.

Dengan segala yang terjadi di Jakarta kemarin , memang ada perasaan khawatir. Jakarta yang biasa saya taklukan dengan segala kemacetannya, asap dari mobil, keramaian motor yang gak ada habisnya, mendadak jadi Jakarta yang sepi dan semua dalam keadaan waspada serta saling menolong.

No matter seberapa sering kita mengutuk Jakarta, kemarin melalui pesan berantai kami diajak untuk berani dan kuat untuk melawan terorisme ini. Jakarta adalah rumah kita. Jangan di taklukan dengan mereka yang hanya ingin membuat kita terpecah. Meski kita tinggal di Bekasi, Bogor, Tanggerang, Depok atau daerah lainnya, tapi hampir setiap hari kita menghabiskan waktu kita untuk hidup di Jakarta.


Kami tidak takut.