Morning Walk



“Persiapan melahirkan itu sama aja kaya persiapan kamu mau lari marathon..” Kalimat ini sering banget diucapin sama Dr. Benny, dokter kandungan saya. Waduh, begitu dia keluarin kalimat ini saya langsung flashback ke jaman-jaman saya masih aktif ikut race.

Saya sendiri kalau inget-inget persiapan race baik marathon atau jarak pendek, kadang ya rajin…kadang ya mood-moodan. Pas pertama race 10K di Bali, itu persiapannya rajin banget! Udah kaya persiapan buat marathon. Mulai dari nge-gym, punya schedule diet, punya schedule lari dan resting yang teratur, wah…luar biasa deh! Latihan ini konstan sampe akhirnya berhasil ikutan half marathon. Tapi, keseringan ikut race lama-lama juga suka bikin saya bosen buat latihan. Terakhir ikut race 10K di Jakarta Marathon di tahun 2016, saya cuma latian 3 kali. Itu juga mepet menuju hari H dan jaraknya Cuma 3k-5k.

Latihan dan persiapan memang membosankan untuk dijalanin. Entah karena emang saya typical orang yang seneng mepet deadline ato emang males aja olahraga, haha! Nah..balik lagi ke persiapan melahirkan yang kata dokter saya sama aja kaya persiapan mau race marathon, awalnya saya udah punya segudang rencana. Mulai dari pengen berenang, pengen rajin jalan pagi, pengen latihan sama temen saya yang kebetulan belajar olahraga untuk ibu hamil, trus pengen ikut yoga prenatal, banyak pengennya deh. Tapi..kebiasaan buruk saya muncul lagi. Suka menunda-nunda waktu sampai gak kerasa udah masuk trimester 3!

Jalan pagi memang jadi olahraga yang akhirnya saya pilih. Karena gak usah pakai transport, gak usah nyari baju khusus (tinggal pake daster langsung aja jalan), dan hemat biaya juga. Sayangnya, memang frekuensinya masih mood-moodan apalagi ketika trimester 2. Kemudian, saya coba-coba cari akal gimana yah supaya rajin jalan pagi. Ternyata kalau cara mudah versi saya adalah membuat playlist Spotify khusus untuk menemani saya jalan pagi. Memang, saya ini gak bisa jauh-jauh dari musik deh hahaha!



Playlist yang saya pilih terdiri dari lagu-lagu acoustic, calm, dan santai. Intinya tidak terlalu gaduh. Karena, percaya atau tidak, semakin besar perut, semakin ngos-ngosan nafasnya. Jadi, kalau memasang lagu yang upbeat banget, saya jadi cenderung cepet capek. Sedangkan dengan lagu-lagu yang calm, sembari menikmati cuaca pagi, saya juga bisa sambil mengatur nafas dengan irama lagu-lagu tersebut. Nah, ketika pertama kali mencoba playlist “Morning Walk”  untuk rutinitas jalan pagi, saya jadi lebih semangat karena musik dan cuaca pagi seakan-akan matching seperti nikmatnya udara pagi.

Olahraga jalan kaki memang bisa jadi suatu kegiatan yang kalau keseringan dilakuin jadi kegiatan yang membosankan. Beberapa kali bertanya sama teman-teman saya yang sudah hamil duluan, mereka juga sempet buat pengakuan kalau mereka malas jalan kaki ketika hamil. Kendalanya, karena lebih pengen santai di rumah untuk istirahat dan juga bosen. Ya..saya juga pernah ngalamin bosen jalan kaki, sampai akhirnya ketemu cara membuat playlist “Morning Walk”. Sebagai alternative lainnya, saya juga suka pergi dan jalan keliling mall. Tapi dibandingkan mall saya paling suka jalan keliling Ikea. Selain cuci mata, tempat ini kan juga gede banget. Jadi, itung-itung sebagai pengganti jalan pagi karena areanya yang sangat luas. Selesai capek berkeliling, tinggal ditutup dengan makan ice cream cone Ikea deh.

Kalau kamu sendiri, jika sedang hamil lebih pilih olahraga sesederhana jalan kaki atau yoga?
Kalau memilih untuk jalan kaki, silahkan intip dan dengarkan playlist spotify saya. Siapa tau, bisa jadi temanmu untuk jalan kaki di pagi hari.

Weekend Menyenangkan di BCA Expoversary


Weekend kemarin terbilang weekend yang cukup padat tapi seru buat saya. Setelah hampir lama gak quality time jalan-jalan sendiri, akhirnya Minggu lalu saya memutuskan untuk jalan-jalan sekedar cuci mata di BCA Expoversary. Soalnya, sempet intip-intip IG dari BCA Expo kok seru banget kayanya. Apalagi banyak makanan. Haha! (penting ya buat ibu hamil yang sudah masuk trimester tiga ini)


Acaranya dibuat  dari tanggal 9- 11 Februari yang dibuat dalam rangka ulang tahun Bank BCA yang ke 61. Begitu saya menjejakan kaki di ICE BSD, Tangerang ternyata suasananya cukup berbeda dari expo biasanya. Tidak hanya ada booth yang menawarkan promo KPR dan KKB tapi ternyata juga ada booth-booth e-commerce dari brand-brand ternama, gadget dan juga industry kreatif.  Serunya lagi, ada promo-promo menarik dari BCA. Mulai dari diskon 20-50 % buy 1 get 1 sampai cashback melalui pembayaran pakai Debit BCA, Kartu Kredit BCA, Flazz dan Sakuku. Gak ketinggalan ada juga corner food court yang terdiri dari tenant-tenant makanan yang lagi ngehits. Wihh..tambah semangat! Mumpung masih pagi, jadi saya langsung bergegas strolling dari hall 1 sampai hall 3, gak ketinggalan menyiapkan Debit BCA dan Flazz saya untuk siap gesek dibelanjakan. Lumayan sekalian belanja sekalian olahraga hehe..




Saya menghabiskan banyak waktu di hall 3 karena memang banyak yang menarik untuk saya lihat-lihat dan juga sedikit belanja kecil pastinya. Pertama-tama, saya mampir ke booth Goods Dept yang menawarkan banyak promo menarik. Selama hamil memang saya hanya bisa cuci mata via website mereka, tapi begitu ada booth Goods Dept wah..pas banget buat sekalian barang fisiknya. Dari Adidas, Nike, Shop at Velvet, Verv Denim dan yang lainnya.






Ada booth e-commerce lainnya yang menarik buat saya,  Urban Story. Dimana pada aplikasinya menjual lebih dari 10.000 sneakers loh. Berhubung lagi diet sepatu, alias lagi diet gak belanja sneakers, jadinya saya cuma lihat-lihat aja.




Setelah makan siang di booth Eatlah dan borong Ei Crispy Chicken Skin Salted Egg, saya kembali jalan-jalan di bagian industri kreatif yang selama ini saya suka stalking di Instagram atau website mereka. Jadi, bisa ngeliat barang-barangnya langsung. Hampir rata-rata mereka menawarkan diskon 20-50 % saat kita bertransaksi menggunakan Debit BCA dan Flazz card.




Namun ada satu lagi yang menarik buat saya. Saya berhenti di booth They Talk About. Pada kesempatan di BCA Expoversary mereka membuka pre-order untuk dua warna terbaru matte lipquid yang  akan di launching tanggal 15 Februari nanti di website mereka. Senengnya, saya bisa langsung coba produknya disana, duluan! Yeay! Tungguin aja deh campaign terbaru They Talk About #toneitdown yang pasti warnanya nude cantik. Oh iya, saya gak pake lama mikir untuk beli matte lipquid ini karena menurut mba spgnya, aman untuk digunakan oleh ibu hamil karena bebas dari parabens.



Gak kerasa, cuci mata dan waktu belanja saya di BCA Expoversary hampir 4 jam lamanya haha. Setelah kaki mulai senat-senut, saya memutuskan untuk pulang dan pijat refleksi di Aeon. Fiuh, weekend yang menyenangkan. 


How’s your last weekend?

Thank You 2017 (Part 2)


Bercerita tentang apa saja yang terjadi di tahun 2017 ini memang banyak naik dan turunnya. Bisa dibilang tahun 2017 menjadi proses untuk saya banyak bersyukur atas semua yang saya hadapi. Ada kesedihan dan ada kejutan bahagia.

Ketika kehilangan pekerjaan di bulan April, memang saya banyak bertanya-tanya sama diri sendiri dan Tuhan, kenapa ya harus kehilangan pekerjaan yang saya cintai. Beberapa nasihat dari orang-orang terdekat saya selalu bilang “Pasti nanti ada deh kabar baik setelah kabar buruk, ini semua ada maksud dari Tuhan…” Saya sendiri berusaha dan belajar untuk merelakan semua dengan lapang dada sembari mencari-cari pekerjaan lain. Memang, saya akui proses untuk kembali menyusun rencana baru secara mendadak itu terkadang membuat saya suka spaneng sendiri. Tapi, ya karena waktu lebih senggang saya belajar untuk menerima dan menikmatinya. Maklum sejak kuliah sudah kerja, jadi gak pernah tu punya waktu lama untuk menikmati waktu-waktu kosong hehehe…

Ternyata, jawaban dari Tuhan atas segala kejadian jungkir balik di bulan April 2017, terjawab di bulan Agustus 2017. Hasil test pack bergaris dua!! SAYA HAMIL!!!


Memang memasuki tahun 2017, saya dan Grandy memutuskan untuk memulai program hamil atau sekedar ngecek kesehatan kita masing-masing di dokter kandungan. Pas pemeriksaan awal, ternyata ada satu kendala dari saya sehingga proses pembuahan agak susah. Intinya, karena kecapean dan stress. Saya sempat menjalani hidrotubasi (nanti akan diceritakan secara terpisah ya) dan akhirnya berobat jalan dengan minum obat dan vitamin. Tapi program kehamilan ini, terpaksa kami tunda setelah baru 1 bulan setengah kami jalani. Kenapa? Ya…karena kejadian di bulan April itu, tiba-tiba saya kehilangan pekerjaan yang menyebabkan kita harus mengatur lagi keuangan saya dan Grandy. Dalam obrolan kita berdua, kita cuma bisa berdoa dan berserah aja sama Tuhan “Ya…mudah-mudahan kita jalanin secara normal tanpa harus program, tetep bisa jadi yah…”

Sehabis hujan selalu ada pelangi, memang pas banget seperti situasi yang saya dan Grandy alami ketika kita sama-sama liat hasil test pack positive. Lucunya, pertama kali kita liat test pack, mau happy tapi kita bedua kaya jaga-jaga perasaan…takut halu. Bahkan pas test kedua kalinya, Grandy bilang “Udah.. kita lari dulu pagi ini di Bandung Marathon..kita pastiin lagi minggu depan”. Soalnya, dua kali test pack, garisnya masih agak tipis. Jadi, di awal-awal kehamilan, sempet-sempetnya tuh saya lari 5k, pake di push pula pas menuju garis finish sama dua coach..hahaha. Akhirnya, seminggu setelah itu, kita berdua kembali test pack dan garisnya semakin nyata.



Sewaktu cek ke dokter kandungan, dokter kami bilang kalo ini masih pembentukan kantong hamil, ,jadi akan dicek lagi dua minggu kemudian. Jadi harus dijaga supaya gak hamil kosong. Saya semakin deg-degan karena waktu itu saya baru saja diterima kerja di Coca Cola Foundation Indonesia. Gimana gak bikin spaneng lagi nih haha…dikasih kerjaan tapi juga dikasih kesempatan buat hamil. Amazing banget gak sih? Namun, setelah banyak berpikir bolak balik dan ngobrol sama Grandy. Berhubung impian mempunyai anak memang jadi doa kita selama ini, saya memutuskan untuk mengalahkan ego saya sebagai perempuan yang aktif bekerja dan menjaga kandungan saya yang masih muda itu. Mengingat waktu program hamil dokter bilang jangan kecapean ya.

Di tahun 2017 ini, emang mendewasakan saya untuk belajar mengambil keputusan. Kalau dipikir-pikir, setiap keputusan yang diambil, Tuhan bantu saya untuk buka jalan dan memberi kesempatan lainnya. Ya..setelah memutuskan resign, tiba-tiba saya dapat kontek dari teman lama untuk kerja freelance. Ngurusin playlist music di Langit Musik. Wah…rasanya seneng banget. Saya masih bisa tetap aktif bekerja meski di rumah. Ketemu musik lagi!

Sekarang, little baby yang ada diperut saya sudah berumur 6 bulan. Dokternya bilang babynya aktif, sehat, dan mirip bapaknya hahahaha. Ya…didoakan saja yah, tahun 2018 bakalan jadi tahun yang lebih menarik lagi buat saya. Mudah-mudahan semua proses melahirkan lancar, tabungan melahirkan lancar dan yang terpenting bayinya juga sehat.


Di tahun 2017 ini, keputusan berani apakah yang sudah kamu ambil?

Thank You 2017 (Part 1)


Cerita di tahun 2017 ini, memang gak semuanya berujung bahagia. Ya…namanya juga hidup ya kan? Ada manis dan ada pahitnya. Nah, cerita yang satu ini berhubungan tentang pertemanan, pekerjaan dan sebuah pelajaran untuk rela melepaskan.

Cerita penuh rasa ini dimulai tahun 2014, ketika memutuskan kembali nyebrang mengikuti kata hati untuk balik kerja di radio, setelah menghabiskan waktu hampir 3 tahun di perusahaan retail. Tapi keputusan ini berbuah kebahagiaan sejak hari pertama menginjakan kaki di 96.7 Hitz Fm.  Saya seperti merasakan bebas keluar sangkar dan feel so alive (again). Bermula dari beradaptasi dengan teman-teman kerja yang ternyata gak memerlukan waktu lama untuk akrab. Saya dan mereka disatukan dengan sama-sama kecintaan akan musik, kegilaan akan berkreasi, kebebasan buat berekspresi, dan menikmati lahapnya makanan warteg bersama-sama ditanggal tua.




Meski umur saya dan mereka berbeda lumayan jauh (yang paling muda 18 tahun) , tapi bertemu dengan mereka tiap hari ngebuat saya juga kembali banyak belajar sekaligus bersenang-senang menikmati pekerjaan saya. Menjadi seorang music director di radio memang salah satu pekerjaan yang dari dulu pengen saya coba. Ketika kesempatan itu diberikan oleh Pati Perkasa, teman sekaligus bos sekaligus mentor saya hehe, gak pake mikir dua kali untuk menerima pekerjaan itu. And i‘m thankful buat keputusan saya saat mengambil pekerjaan ini. Meski banyak orang yang bilang “Gila loe cha…kan udah enak kerja di retail, sering jalan-jalan dan perusahaannya udah steady”.

With Ka Rully- Music Director Indika Fm - Teman keliling Label-

Entah kenapa, bekerja dengan teman-teman di 96.7 Hitz Fm segala stress dan pusing kepala, ujung-ujungnya ngebuat kita ketawa dan terhibur lagi hanya dengan se-simple melahap makanan. Ada juga waktu dimana ruangan kerja saya selalu dipake buat untuk sesi curhat, gosipin orang, masang musik kenceng-kenceng sambil karaokean, tidur siang dan nginep, sampe minum-minum cantik. Ibaratnya, ruangan kerja saya dulu udah kaya kamar kosan dengan penghuni bisa sampe 10 orang gonta-ganti. Gak cuma itu aja, disetiap meeting, selalu penuh tawa dan punya kebebasan buat ngomongin ide masing-masing.





Ada saatnya segala rasa manis yang dirasakan kita harus berujung perpisahaan. People do come and go untuk meneruskan petualangan baru mereka. Tapi anehnya, masih aja masih aja kita tetep kontek di grup whatsapp dan ketemuan. Kaya kangen mulu gitu kali ya… Dan rasa pahit ini kembali muncul lebih pekat, setelah beberapa perubahan yang terjadi selama 2 tahun di Hitz Fm, perpisahaan saya dan teman-teman Hitz Fm harus menjadi perpisahaan yang permanent (sebagai rekan kerja). Saya masih ingat di awal bulan April, saya dan teman-teman sama-sama nangis meledak di studio siaran karena harus menerima keputusan perpisahaan ini. Perasaan kami saat itu bener-bener kecewa dan sedih karena harus berhenti untuk berjuang bersama.




Aneh rasanya, dengan waktu yang singkat, baru dua tahun, tapi kami sudah seperti keluarga kecil. Semakin aneh juga rasanya kalau ternyata harus terpaksa berpisah dan gak ketemu tiap hari untuk sekedar curhat, bertukar canda, atau berbagi ide. Sepanjang saya berkarir selama ini, baru kali ini ketemu team kerja yang sangat solid dan saling support satu sama lain.

Banyak orang-orang yang selama ini mengeluh tentang susahnya punya lingkungan kerja dan rekan kerja yang ideal.  Tapi, saya bersyukur di tahun 2017 ini diberikan teman-teman kerja yang sangat menyenangkan, saling support, dan mau berjuang bersama. Ya..memang terkadang sebuah berkat datang bukan berbentuk sebuah materi, tapi berbentuk kebahagiaan seperti keluarga baru di lingkungan pekerjaan. Sekali lagi, saya ingin berterima kasih untuk hadirnya teman-teman kerja di 96.7 Hitz Fm yang mewarnai hidup saya di tahun 2017. Love you all… J

Kalau kamu sendiri, apa bentuk berkat yang kamu syukuri di tahun 2017 ini?





Menginap di Nap Hotel Bangkok


Perjalanan ke Bangkok adalah perjalanan perdana buat saya dan Grandy. Kita berdua belum pernah ke Bangkok. Kita berdua terima kasih ke Coldplay, kalo bukan karena buat nonton mereka manggung, kita belum kesampaian pergi ke Bangkok.

Berhubung kita akan pergi ke Bangkok dengan budget yang minim alias backpacker, maka saya mulai rajin buat research baik dari transportasi, makanan sampai tempat menginap di Bangkok. Jadi, saya mulai rajin browsing tempat menginap, setelah berhasil memesan transportasi buat berangkat ke Bangkok.

Saya dan Grandy hanya menginap dua malam di Bangkok. Ya..memang waktu yang singkat, karena kita berdua mau menghemat jatah cuti kita berdua. Jadi, saya sampe niat banget buat itinerary ala tour guide supaya kita bisa explore Bangkok.

Hingga akhirnya membuat saya harus mencari hotel yang tempatnya strategis. Pada awalnya saya bingung untuk menentukan di daerah manakah yang paling enak buat ditinggalin. Lalu, pilihan jatuh di daerah Pratunam. Karena dekat dengan pusat perbelanjaan (penting buat kita cewe-cewe ya kan…hahaha). Selain itu, di Pratunam juga dekat jika kita mau ke daerah Siam, yang juga menjadi destinasi favorite turis.

Pilihan hotel di Pratunam jatuh ke Nap Hotel. Selain lokasi yang strategis, saya melihat dari booking.com, hotel ini termasuk bangunan baru. Jadi gak scary . Bonusnya lagi, mereka punya free shuttle buggy car yang siap mengantar kita ke beberapa titik strategis di daerah Pratunam sampai BTS. Lalu gak ketinggalan, tempatnya sangat instagramable banget. Seru buat foto-foto.



Selama tinggal di Nap Hotel, staff hotel bisa dibilang ramah. Mereka cukup helpful setiap saya nanya-nanya soal daerah sekitar. Service dari Nap Hotel memang baik, salah satunya setiap harinya mereka selalu menyediakan mineral water dan juga snack khas Thailand secara gratis. Asik kaan…



Meski berada di gang kecil, tidak sulit untuk menemukan Nap Hotel. Ketika pertama kali sampai di Nap Hotel, kami cukup jalan kaki dari BTS Phaya Thai dan memotong jalur kereta api supaya lebih cepat sampai. Kami berdua mengandalkan Google Map sebagai petunjuk jalan menuju Nap Hotel. Gak pake nyasar kali ini hahaha..Memakan waktu sekitar 6-10 menit dengan berjalan kaki dari BTS.
Kami dijinkan masuk jam 12.00 ketika check in, padahal di booking.com waktu check in mereka jam 2 siang. Yeay!





Selain itu, Nap Hotel juga dekat dengan 711, jadi setiap sebelum balik ke hotel kita suka beli cup noodle disitu dan juga beli perlengkapan mandi. Nap Hotel hanya menyediakan handuk, sabun, shampoo tapi gak ada odol dan sikat gigi.

Setiap paginya, saya tidak mengambil paket sarapan mereka, karena lebih seneng jalan sedikit ke Pratunam Market buat jajan beli sarapan disana. Di sekitar Nap Hotel juga ada beberapa restoran kecil khas Thailand yang terlihat dari luar juga menggoda.

Tidak ketinggalan, Nap Hotel juga menyediakan taxi service untuk ke airport. Baik buat ke Airport Don Mueang atau ke Airport Suvarnabhumi. Jauh lebih murah dibanding harus memesan taksi online, karena sudah termasuk dengan biaya tol.


Harga menginap di Nap Hotel sekitar Rp.400.000, rajin-rajin cek di Booking.com, biasanya ada promo khusus untuk member Genius. Harga hotelnya sebanding kok dengan lokasi yang strategis, jadi gak usah buang-buang uang lagi untuk transportasi.



Oh ya, untuk foto kamarnya, coba dilihat di booking.com ya, soalnya setiap mau ambil foto, selalu kamarnya udah kita berantakin haha.